5 Years Later: Surgery Still Beats Conventional Treatment for Type 2 Diabetes

5 Years Later: Surgery Still Beats Conventional Treatment for Type 2 Diabetes


5 Years Later: Surgery Still Beats Conventional Treatment for Type 2 Diabetes

Posted: 17 Feb 2017 05:00 AM PST

sharma-obesity-surgery2Readers will recall previous posts on the STAMPEDE trial, an ongoing trial of 150 patients who had type 2 diabetes and a BMI of 27 to 43 who were randomly assigned to receive intensive medical therapy alone or intensive medical therapy plus Roux-en-Y gastric bypass or sleeve gastrectomy.

Now the 5 year results of this trial have been published in the New England Journal of Medicine.

Of the 150 patients who underwent randomization, 1 patient in the medical-therapy group died during the 5-year follow-up period (from myocardial infarction during year 4) and 1 patient in the sleeve-gastrectomy group had a stroke; 134 of the remaining 149 patients (90%) completed 5 years of follow-up. One patient in the medical-therapy group, underwent gastric bypass during year 3, owing to failure of the medical treatment. One patient in the sleeve-gastrectomy group underwent gastric bypass during year 4 for the treatment of a gastric fistula.

At 5 years, the criterion for the primary end point (Hba1c <6% without the use of anti-diabetic mediations) was met by 2 of 38 patients (5%) who received medical therapy alone, as compared with 14 of 49 patients (29%) who underwent gastric bypass and 11 of 47 patients (23%) who underwent sleeve gastrectomy.

At 5 years, changes from baseline observed in the gastric-bypass and sleeve-gastrectomy groups were superior to the changes seen in the medical-therapy group with respect to body weight (−23%, −19%, and −5% in the gastric-bypass, sleeve-gastrectomy, and medical-therapy groups, respectively), triglyceride level (−40%, −29%, and −8%), high-density lipoprotein cholesterol level (32%, 30%, and 7%), use of insulin (−35%, −34%, and −13%), and quality-of-life measures.

Excessive weight gain was observed in 19% of the patients in the medical-therapy group and in no patients in either surgical group.

No major late surgical complications were reported except for the one reoperation mentioned above.

From these findings the author conclude that,

“…bariatric surgery was superior to intensive medical therapy in terms of glycemic control, weight reduction, medication reduction, improvement in lipid levels, and quality of life. Patients who underwent gastric bypass or sleeve gastrectomy were significantly more likely to achieve and maintain a glycated hemoglobin level of 6.0% or less, with or without medications, than were those who received intensive medical therapy alone…The surgically treated patients had superior glycemic control throughout the 5-year period while also using fewer diabetes medications, including insulin. More than 88% of the surgical patients had glycemic control that was considered to be very good to acceptable (average glycated hemoglobin level of 7.0%), without the use of insulin. A majority of the surgical patients who achieved a glycated hemoglobin level of 6.0% or less reached that target without the use of diabetes medications, whereas none of the patients in the medical-therapy group reached that target without the use of diabetes medications.”

No doubt this study supports the notion of long-term benefits of bariatric surgery (even in people with BMI in the 27-34 range) compared to intensive medical treatment alone. Clearly, this should be a treatment that may be considered for patients with type 2 diabetes, who struggle with glycemic control.

@DrSharma
Edmonton, AB

Read More...

Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]

Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur] Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Victor Asih

Di pagi hari yang sejuk, seperti biasanya saya bersama istri mengantarkan ke dua putri kecil kami yang cantik dan lucu ke sekolah mereka. Putri yang bungsu baru saja masuk ke TK A dan putri yang sulung baru saja naik kelas 5 SD.

Setelah mengantarkan mereka sampai di sekolah, maka bebas tugaslah kami sampai pukul 9.30. Yaitu saat kami harus kembali menjemput sang putri bungsu di sekolahnya.

”Kita mau pergi ke mana sekarang, Yang?”, tanya istri saya dengan lembut dan suara manja sesaat setelah kami masuk ke dalam mobil.

”Seperti biasa, sarapan pagi yuk. Mau sarapan dimana, Yang?”, jawab saya dengan tersenyum sementara mobil kami meninggalkan tempat parkir.

”Yang, saya sedang ingin makan yamcha…”, jawabnya.

”Oke, Yang”, sahut saya sambil tersenyum.

Maka meluncurlah mobil kami melintasi jalan layang ke arah utara kota Bandung. Kami menuju jalan Setiabudi atas, sebuah wilayah di kota Bandung bagian utara yang berhawa sejuk pegunungan dekat Lembang.

Akhirnya saya membelokkan mobil kami memasuki komplek sebuah hotel yang asri di jalan Setiabudi. Saya memarkirkan mobil kami di depan pintu sebuah restoran yang terkenal dengan Yamcha-nya
... baca selengkapnya di Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur] Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 Read More...

Gadis Kecil Penjaja Korek Api

Gadis Kecil Penjaja Korek Api Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Langit amat kelam. Hujan mengurapi bumi. Deras. Genangan air naik hingga ke trotoar pertokoan. Bumi amat muram. Sementara itu lampu jalan dan neon-sign berkedap-kedip, berkilauan menyajikan mimpi. Seorang gadis cilik dengan buntalan kantung plastik hitam berjalan menelusuri tepian jalan yang gelap. Tangan dan kakinya, yang telanjang, membiru diterpa cuaca dingin. Dia berjalan sendirian sambil menjajakan korek api dagangannya kepada satu dua orang yang melintas. Tetapi tak ada yang memperhatikannya. Semua hanya bergegas lewat, memikirkan diri mereka sendiri, megejar waktu untuk pulang ke rumah masing-masing. Malam ini malam tahun baru dan semua orang bergegas untuk berkumpul bersama.

?Aku takut pulang? desah gadis itu pahit. ?Ayah pasti akan memukulku lagi bila aku pulang tanpa uang.? Dia membayangkan rumahnya yang sempit dan kusam. Dinding yang retak dan ditutupi koran bekas serta kalender tua agar angin tidak menusuk masuk. Terakhir kali dia pulang tanpa uang, ayahnya yang sedang mabuk memukulnya. Kata ayahnya:?Tidak ada makanan bagi orang malas!? Toh, dia tak dapat memaksa orang untuk membeli korek apinya. Maka dia terus menelusuri trotoar kota. Di depan sebuah Restauran dia berhenti dan memandang ke dalam. Dia melihat kumpulan orang yang sedang bergembira. Di depan mereka terhidang makanan yang ke
... baca selengkapnya di Gadis Kecil Penjaja Korek Api Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 Read More...

Bintang Lapangan

Bintang Lapangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Awas.. si buntung mau lewat, beri dia jalan teman teman” teriak seorang anak
“Hahaha… dasar buntung” lanjutnya sambil tertawa
Tak bosan bosannya mereka mengejekku, aku memang sudah terbiasa dengan ejekannya. Tapi… kadang aku merasa merasa menyesal di lahirkan dengan keadaan cacat begini. Aku iri dengan mereka yang terlahir dengan kesempurnaan. Mereka bisa berlari kesana kemari sepuasnya, tapi aku? berjalan saja lambat seperti seekor siput.

Namaku Amir, umurku 15 tahun. Aku duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Bapak dan Ibuku adalah seorang petani, kehidupan kami bergantung pada lahan itu. Aku sangat ingin kaki palsu… tapi penghasilan orangtuaku yang pas pasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari, mana bisa beli kaki palsu? aku harus mememdan mimipiku dalam dalam.

Banyak anak anak di sekolah menjauhiku, alasanya mereka malu berteman denganku. Tapi Lili dan Wandi berbeda, mereka mau menjadi temanku. Dengan di bantu tongkat kayu aku berjalan menuju kelas, “Amir… amir tunggu” sebuah suara yang tak asing lagi, ya Lili
... baca selengkapnya di Bintang Lapangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 Read More...

Inner Beauty

Inner Beauty Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sekali lagi Novi memandangi diri nya di depan cermin. Lalu mata nya menatap poster Britney Spears yang sedang tertawa.
“Aku harus bisa! Aku ngak mau punya badan seperti ini selamanya. Aku mau kurus!” Teriaknya.
Tok! Tok! Tok!
“Vi…! Novi! Kamu kenapa?” Seru mamanya dari luar kamar.
Novi tersadar, rupanya mamanya mendengar teriakannya. Buru-buru dia menghampiri pintu kamar dan membukanya.
“Oh, ngak ada apa-apa kok, Ma. Novi cuma lagi latihan baca naskah drama buat pentas seni di sekolah,” katanya.
“O ya, kapan pentasnya? Wah, Mama boleh nonton saat kamu pentas, dong!” kata mamanya bersemangat. Novi kebingungan. Dia tidak menyangka alasannya tadi Justru menjadi bumerang bagi diri nya.” Novi Juga nggak tahu kok, Ma. Acaranya nggak Jelas,” jawab nya pendek sambil mengangkat bahu.
“Lho, gimana sih! Tadi kamu bilang mau pentas seni, masa nggak Jelas Jadwal rencananya?”
“Ya, itu kan baru renc
... baca selengkapnya di Inner Beauty Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 Read More...